Berikut wawancara harian Kompor dengan peramal kawakan Papa Loren tentang apa yang mungkin terjadi di tahun 2014.
Kompor (Ko): Papa Loren, siapa yang akan jadi presiden di tahun 2014?
Papa Loren (PL):Banyak kemungkinan, dan tiap kemungkinan punya konsekwensi masing-masing.
Ko: Kalau Anas?
PL: Bakal ada 2 hal.
Ko: Apa saja itu?
PL: Pertama, Tugu Monas bakal dipangkas sampai tinggal satu meter.
Kedua, bakal ada mobil Kijang seliweran di jalan dengan nomer RI-1.
Ko: Puan Maharani?
PL: Indonesia bakal jadi seperti Korea Utara.
Ko: Maksudnya?
PL: Bapak jadi presiden, anak jadi presiden, cucu jadi presiden.
Ko: Kalau Megawati?
PL: Wah banyak persoalan negara diselesaikan dengan cara kekeluargaan.
Ko: Bagaimana bisa?
PL: Ya Mega jadi presiden, suaminya Ketua MPR, anaknya Ketua DPR.
Ko: Kalau Surya Paloh?
PL: Metro TV bakal resmi ganti nama. Jadi TVRI.
Ko: Kalau Aburizal Bakrie?
PL: Nah, kalau ini, Kementrian Agama dan Kementrian Pendidikan bakal senang.
Ko: Mengapa?
PL: Karena mereka tidak lagi jadi lembaga terkorup se-Indonesia.
Ko: Oh, mereka jadi lebih baik, begitu?
PL: Bukan. Karena bakal ada kementrian yang jauh lebih korup lagi. Namanya: Kementrian Penangulangan Lumpur Lapindo.
Ko: Sekarang Prabowo.
PL: Wah, Wiranto bakal minta suaka ke Timor Timur.
Ko: Kalau Wiranto yang jadi?
PL: Giliran Prabowo yang minta suaka ke Timor Timur.
Ko: Kalau yang satu jadi presiden, yang lain jadi wakilnya?
PL: Kalau seperti ini berarti Timor Timur sudah jadi bagian dari Indonesia lagi.
Ko: Sebenarnya siapa sih yang cocok untuk jadi presiden di 2014?
PL: Gus Dur.
Ko: Loh, Gus Dur kan sudah meninggal?
PL: Jangan lupa, bukan cuma sudah mati, dia itu buta. Kita perlu presiden seperti dia.
Ko: Saya jadi nggak ngerti …
PL: Kita dipimpin oleh orang yang hidup dan melek, tapi aparat negara, aparat pemerintah, dari atas sampai ke kelurahan, semuanya buta hati dan mati rasa. Mana pedulinya buat rakyat kayak kita? Nah, sekalian aja presidennya juga yang buta dan udah mati.