Sabtu, 04 Agustus 2012

Kafir (versi Indonesia)

Aku sedang berjalan-jalan di pinggir hutan ketika melihat seorang laki-laki siap menjatuhkan dirinya dari pinggir sebuah jurang. Segera aku bergegas dan berteriak: "Stop, jangan lakukan itu!"
Dia menoleh dan bertanya: "Mengapa? Hidupku sudah tak ada artinya ..."
Aku menukas: "Oh salah, hidup adalah anugerah Tuhan. Anda beragama kan?"
Dia menjawab: "Tentu saja."
"Anda Islam, atau barangkali Kristen?" tanyaku hati-hati.
"Islam," jawabnya.
"Wah, sama seperti saya. Anda Sunni, atau mungkin Syiah?" tanyaku lagi, juga hati-hati.
"Sunni dong," jawabnya lagi.
"Tuh kan kita sama. Anda NU atau Muhammadiyah?"
"NU lah."
"Sama lagi, kita saudara nih. Anda PKB atau PKNU?"
"Tentu saja PKB!" jawab dia semangat.
"Lah, memang samaan nih kita. Anda PKB Muhaimin atau PKB Yeni Wahid?"
"Jelas PKB Muhaimin."
"Apa, Muhaimin? Kafir luh!" teriakku sambil mendorong dia ke jurang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar